Basic Civic Integration Examination Abroad (MVV Exam)

Hmmm pasti lagi cari info soal ujian MVV yaaa?

Yes bagi mereka yang berencana untuk tinggal di Belanda lebih dari 3 bulan, maka perlu mengurus resident permit. Dan salah satu syarat untuk mendapatkan resedint permit adalah lulus ujian Basic Civiv Integration Examination Abroad.

Saya sendiri ikut ujian tersebut pada tanggal 3 Februari 2015 dan tanggal 11 Maret 2015. Pada tanggal 3 Februari 2015 saya hanya daftar untuk ujian Kennis van de Nederlandse Samenleving (KNS) dan Leesvaardigheid. Pada tanggal 11 Maret saya hanya ikut ujian Spreekvardigheid A1. Kenapa dipisah waktu ujiannya? Karena waktu bulan Februari, saya masih belum PeDe untuk ambil ujian Spreekvardigheid A1..masih takut nantinya ga lulus kalau kurang persiapan. Emangnya bisa dipisah waktu ujiannya? Bisa doongg..sejak diberlakukan program dan regulasi ujian yang baru (sejak 1 November 2014), ketiga ujian bisa diambil secara terpisah. Now let me share some info about the exam:

Kennis van de Nederlandse Samenleving (KNS) – Knowledge of Dutch Society

Dalam tahap ujian ini ada 30 soal. Di dalam masing-masing soal, akan ada gambar, pertanyaan dan 2 pilihan jawaban. Kita hanya perlu meng-klik satu jawaban yang benar (tidak perlu menyebut jawabannya di microphone). Kalau mau tahu contoh ujiannya, bisa dilihat di sini. Menurut saya ini tahap ujian yang paling mudah tapi tentu saja jika sudah persiapan sebelumnya. Persiapannya pun cukup mudah yaitu menggunakan bahan latihan dari paket Naar Nederland. Di paket latihannya ada satu buku dan CD khusus untuk persiapan ujian KNS. Di buku itu ada 100 gambar dan sambil dengar CD kita bisa tahu jawaban dari semua pertanyaan untuk masing-masing gambar. Waktu saya persiapan ujian, yang saya lakukan adalah menyalin pertanyaan dan jawaban di bawah tiap2 gambar. Jadi pada saat saya mau menghafal, saya cukup baca dari buku tanpa harus mendengar dari CD. Note: paket Naar Nederland yang saya punya adalah yang edisi sebelum 1 November 2014. Mungkin kalau belinya setelah Januari 2015, isinya bisa berbeda.

Kayaknya di internet pun kita bisa coba googling situs yang menyediakan list dari 100 gambar dan pertanyaan ini. Misalnya saja di link ini http://toetskns.nl/100VRAGEN/

Leesvaardigheid – Reading

Tahap ujian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kita untuk membaca dan memahami bacaan dalam bahasa Belanda. Ujian ini terdiri dari 3 macam:

  • Reading 1: Kita mendengar satu kata disebutkan, dan kita memilih (dari 4 pilihan) kata mana (dalam bentuk tulisan) yang tadi disebutkan (ada 15 soal)
  • Reading 2: Kita membaca tulisan (contoh: Oor), kemudian kita memilih (dari 4 pilihan rekaman) rekaman mana yang bunyinya sesuai dengan kata yang tertulis. Kita harus mencoba mendengarkan keempat pilihan rekaman tersebut untuk memastikan mana yang sesuai (ada 15 soal)
  • Reading 3: Kita mendapat beberapa bacaan singkat dan sederhana, kemudian kita harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan bacaan tersebut. Satu bacaan bisa terdiri dari at least 2 pertanyaan (total untuk semua bacaan ada 12 pertanyaan)

Untuk tahap ini saran saya tidak lain adalah belajar bagaimana pelafalan huruf-huruf dalam bahasa Belanda, rajin membaca teks bahasa Belanda yang sederhana dan rajin buka kamus jika ada kata baru yang tidak kita ketahui artinya. Waktu persiapan ujian, saya cukup belajar dari paket Naar Nederland. Semua bab saya baca, rekamannya saya dengar paling tidak satu kali untuk tiap bab, tiap latihannya saya coba kerjakan dan tiap ada kata baru, saya coba cari artinya di kamus.

Contoh ujian Leesvaardigheid bisa dilihat di sini.

Spreekvardigheid A1 – Speaking

Tahap ujian ini adalah untuk mengetahui kemampuan kita untuk memahami dan berbicara bahasa Belanda. Ujian ini terdiri dari 2 macam tipe soal:

  • Speaking 1: Nanti ada video orang yang mengajukan pertanyaan kepada kita. Lalu kita harus menjawab pertanyaan tersebut dengan cara merekam suara/jawaban kita. Video bisa diputar berulang kali dan jawaban kita pun bisa kita ubah (rekam) berkali-kali. Berdasarkan info dari mereka yang sudah ikut dan lulus ujian MVV, menjawab dengan satu kata pun sudah cukup, selama jawaban yang kita berikan tersebut benar dan pelafalannya juga benar.
  • Speaking 2: Kita mendengar rekaman suara orang yang kata-katanya juga bisa kita baca di layar. Kalimat tersebut perlu kita lengkapi. Untuk bagian ini, ada beberapa cerita mengenai caranya menjawab pertanyaan atau melengkapi kalimat. Kayaknya di beberapa kedutaan besar Kerajaan Belanda, aturannya beda-beda. Waktu saya ujian di kedutaan besar Kerajaan Belanda di Jakarta, pengawas ujian meminta saya untuk tidak hanya menjawab pertanyaan, tapi juga mengulangi kalimat yang saya baca. Contohnya: Kalimat yang saya baca di layar monitor adalah sbb: Naima gaat naar de Markt. Ze koopt… Nah sebenarnya bisa saja langsung dijawab “Kip” atau “Vis” dll. Tapi saat itu saya disuruh mengulangi kalimat dan melengkapi kalimat dengan jawabannya. Jadi saya menjawab/merekam “Naima gaat naar de Markt. Ze koopt kip”.

Bagian ini kayaknya memang paling sulit dari bagian lainnya. Banyak yang gagal dan harus mengulang ujian karena skor ujian Spreekvardigheid A1 nya kurang dari 6. Untuk persiapan bagian ini, memang perlu sering latihan tanya jawab sama orang Belanda dan perlu latihan pelafalan bahasa Belanda dengan baik. Soal-soalnya sebenarnya tidak sulit, tapi kalau kita tidak familiar dengan lafal-nya orang Belanda, maka agak sulit memahami apa yang sebenarnya ditanya.

Contoh ujian Spreekvardigheid A1 bisa dihat di sini.

Pendaftaran Basis Civic Integration Examination Abroad

Waktu daftar ujian kemarin, saya sendiri yang daftar via internet dan saya ikut prosesnya dari link ini http://www.naarnederland.nl/en/category/aanmeldenen

  • Setelah membuka situs dengan link di atas, pilih “Register (English form)“. Well pilihan saya ini sebenarnya hanya untuk memudahkan saya saja, karena option lainnya adalah untuk menggunakan bahasa Belanda.
  • Lalu kita akan diarahkan ke link http://inburgeren.nl/the-basic-civic-integration-exam-abroad.jsp
  • Pada paragraf pertama di halaman ini ada kalimat “Do you have to take the Basic Civic Integration Exam Abroad? Then you can apply here“. Nah klik saya di “apply here” lalu mulai mengisi formulir online dari Dienst Uitvoering Onderwijs (DUO).

Setelah mendaftar online, selanjutnya kita akan menerima email dari DUO yang menginformasikan jumlah biaya ujian yang harus ditransfer ke rekeningnya DUO. Saran saya, lebih baik minta tolong partner kita yang mentransfer uangnya. Kalau kita sendiri yang transfer dari Indonesia, maka biaya transfernya akan gede buangeeettt.. Di dalam email juga disebutkan informasi apa saja yang harus dicantumkan pada saat transfer uang.

Setelah uang sudah ditransfer, selang beberapa hari kemudian kita akan dapat email lagi dari DUO. Email ini untuk konfirmasi pembayaran dan untuk meminta kita buat janji ujian dengan kedutaan besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Untuk buat janji ujian, telepon aja ke 021-5271904. Kalau tidak salah ujian bisa dilakukan tiap hari (Senin – Jumat)..kalau tidak salah lho ya.. dan dalam satu hari hanya ada 2 sesi ujian, yaitu jam 10.00 pagi dan jam 13.00 siang. Per sesi hanya boleh ada 1 peserta ujian.

Pada hari H ujian, lebih baik datang lebih awal supaya lebih siap mental hehehe🙂 pas sampai di kedutaan, cukup bilang ke pak satpam kalau kita mau ujian imburgering dan pak satpam akan mempersilakan kita masuk ke ruang tunggu sampai akhirnya kita dipanggil untuk masuk ke ruang ujian.

Bagi yang akan mengikuti ujian Basis Civiv Integration Examination Abroad, semoga sukses dan berhasil lulus.

Berbagi Kisah Pengalaman Mengurus Visa Schengen di Kedutaan Belanda (part 2)

Di hari H datangnya lebih baik kecepetan yaa (krn kalo telat lebih dari 15 menit, dijamin akan ditolak sama satpam). Pintu masuk nya bukan yang di pinggir Jl. Rasuna Said lho ya, tapi yang di sisi samping nya (dari Jl. Rasuna Said trus belok kiri). Begitu nyampe, langsung aja masuk melewati pintu yang ada alat detector nya. Sama pak satpam, lewatnya mesti satu per satu (ya eaaa lha, Pak masa berdua-dua sih). Oh iya, sebelum melewati detector, tas kita diperiksa..dan kita yang harus ngebukain tas kita (yaa prosedur standar sih..di mall2x juga kayak gitu kayaknya). Abis itu ada pak satpam lain yang ngasih nomor antrian (nomor nya pake lembar plastik warna oranye), trus kita disuruh ke ruang tunggu (di sebelah kiri) melewati pintu besi yang muter2..

Di ruang tunggu, silakan duduk manis di tempat yang tersedia. Di situ ada tempat bikin pas foto (kalau berminat), ada dispenser minuman (gratis), ada locker2 (buat nanti taruh tas kalo dah dipanggil menghadap ke dalam), dan ada WC. So tinggal tunggu ada yang manggil nomer antrian kita untuk kembali lagi keluar (lewat si pintu muter-muter) trus ke meja pendaftaran. Di situ akan diminta print out appointment kita (untuk dicocokin jam nya), formulir apply visa dan asuransi perjalanan. Lalu si bapak akan cross chek dengan satu list, untuk nyari nama kita. Setelah OK, trus dikasih visitor tag plus si nomer antrian oranye. Si nomer antrian nanti kudu dikasih ke pak satpam pas kita dipanggil masuk menghadap. Trus si visitor tag harus dikasih ke petugas di loket. Si bapak juga kasih satu lembar kertas, trus nyuruh kita menyusun dokumen kita sesuai dengan urutan yang ada di kertas yang dia kasih. Lalu kembali lagi ke ruang tunggu (ngelewatin si pintu muter2 lagi) dan nunggu satpam yang satu lagi manggil nomer antrian untuk menghadap (kemaren lama boo nunggu nya.. penuh siiih)

Akhirnya setelah nomor saya dipanggil, pak satpam menyuruh agar tas ditaruh di locker. Jadi yang dibawa cuma dokumen dan dompet (yang pasti jangan lupa 700 rebu untuk biaya visa nya).

Jalan deh tuh luruss sampai masuk pintu kaca. Setelah masuk langsung disapa satpam lagi (kali ini satpam-nya cewe), lalu dikasih nomor antri lagi (pakai kertas yang nomor nya di-generate otomatis dari suatu mesin) kemudian duduk manis lagi. Di depan kita ada 6 loket, tetapi loket yang di tengah itu lain sendiri karena pakai ruangan dan pintu tersendiri..kayaknya sih itu khusus untuk warga negara Belanda yang mau ngurus2 apaaa gitu. Nah tinggal sisa 5 loket deh untuk apply visa, tapi belum tentu semua loketnya buka. Waktu saya apply kemarin, yang buka hanya 4 loket.

Saat nomer urut saya terdisplay di depan loket, maka majulah saya ke loket tersebut berdua sama nyokap (oh ya, menghadap nya bisa barengan ko). Karena dibatasi dengan kaca (cuma ada lubang kecil di meja untuk memasukkan dokumen), maka kalau mau bicara, ada telepon di samping untuk bisa bicara dengan jelas sama petugas (itu lho kyk di film2 kalo mau bicara sama narapidana di penjara). Tapi waktu kemarin itu, petugas nya ngajak ngomong tanpa pake telepon jadi langsung ngomong aja (walau jadinya gak terlalu jelas suaranya). Setalah ditanya-tanya, trus disuruh bayar 1.4 jeti (karena  berdua). Lalu dikasih surat untuk pengambilan passport trus disuruh datang untuk ngambil passport pada hari yang sama jam 14.30 – 15.30. Kalau mau diambilkan oleh orang lain, maka harus bikin surat kuasa.

Fyi, untuk ngambil passport, mesti ngambil nomor antrian lagi di tempat satpam di deket pintu masuk..yes di dekat pintu muter2 itu lagi. Nomor antrian dibagiin jam 13.30..dan untuk pengambilan passport, nomor antriannya pakai lembar plastik warna biru.

Tepat jam 14.30, pak satpam mulai panggil antrian untuk mengambil passport (kebanyakan orang dari agen perjalanan). Trus masuk lagi ke ruangan yang sama dengan ruangan waktu nunggu mau menghadap. Lalu tinggal nunggu deh maju satu-satu untuk ngambil passport..moment of truth Approved atau Rejected. Giliran saya maju tiba dan ternyata masih diproses jadi disuruh nunggu lagi huhuhuhu.. setelah kira-kira 30-45 menit kemudian barulah dipanggil lagi…and YES dapet visa Schengen deh.

Semoga informasi nya berguna, semoga sukses mendapatkan visa Schengen dan have a nice trip.

Berbagi Kisah Pengalaman Mengurus Visa Schengen di Kedutaan Belanda (part 1)

Buat rekan-rekan yang ingin mengurus sendiri Visa Shengen via Kedutaan Belanda, tidak perlu sungkan dan ragu karena proses pengurusannya cukup “bisa” untuk dikerjakan sendiri.

Semua persyaratan yang diperlukan ada di situs resmi Kedutaan Belanda (klik di sini saja kalau mau lihat) atau bisa juga diintip-intip ke situs-situs biro perjalanan yang menyediakan jasa pengurusan visa.

Kalau dari pengalaman saya pribadi, yang saya siapkan antara lain adalah:

  1. Passport yang masih berlaku (passport yang lama juga bisa dibawa, apalagi kalo sudah banyak koleksi stempelnya..supaya bisa jadi referensi kalo kita dah sering kluar masuk negara orang tanpa masalah)
  2. Pas foto terkini (jangan pas foto yang jadul ya..soalnya kemarin ada yang disuruh bikin foto lagi karena foto nya beda dengan dengan orangnya *abis operasi platik kali yee*.. kalau mau aman, di Kedutaan Belanda juga disediakan tempat untuk bikin pas foto.. langsung jadi dan kayaknya gak bakalan salah deh.. harganya *kalo gak salah denger* 50 ribu). Ukuran pas foto nya 3.5 x 4.5, background putih dan si pas foto nya 80% wajah.
  3. Formulir permohonanVisa. Formulir nya bisa di download dari sini. Jangan sampai ada bagian yang kosong. Kalau memang tidak applicable, ya dijawab N/A aja. Trus ditandatangani 2x di nomer 37 dan di halaman paling akhir. Kayaknya kemarin baca di manaaa gitu, katanya info no telp dan email itu hukumnya wajib.
  4. Asuransi Perjalanan. Kalau kemarin pakai AXA Smart Traveller. Lumayan cepet proses nya..dan sistem mereka kayaknya memang sengaja membuat proses nya 15 menit jadi. Note: perhatikan periode yang di-cover oleh asuransi, jangan sampai gak sesuai..pokoke perhatikan tulisan-tulisan kecil yang ada di sertifikat.
  5. Bukti keuangan. Kalau di situs nya kedutaan Belanda, disebutkan bahwa “Bagi pemohon visa yang melakukan perjalanan atas biaya sendiri harus mempunyai uang sebesar € 34,- / per hari.” Tapi kalau (lagi) intip2 dari situs biro perjalanan, minimal saldo di tabungan adalah 50 juta. Yang diminta adalah rekening koran 3 bulan terkhir. Berdasarkn kisah2nyadalam 3 bulan itu tidak boleh ada transfer masuk dalam jumlah besar untuk memenuhi syarat saldo minimal tersebut. Di beberapa blog ada macam2 trik untuk mengumpulkan saldo 50 juta ini jauh2 hari sebelumnya..ada yang pinjam dana, ada yang memindahkan saldo dari rekening lainnya dll dsb. Jangan lupa juga membuat surat referensi dari bank. Pengalaman saya kemarin buat surat referensi dari Bank Mandiri, prosesnya cepet (sehari langsung jadi bisa ditunggu). Kita cukup ke customer service, bilang kalau kita mau bikin surat referensi bank. Nanti kita akan diberikan form yang harus diisi (kalo gak salah kita harus nyebutin instansi tujuan dan tujuan surat itu dikeluarkan) lalu bayar 50 ribu (bisa minta di debet dari rekening juga ko *kalo lupa bayar uang cash).. oh iya jangan lupa bawa buku tabungan dan KTP ya. Kalo untuk nge-print rekening koran di Bank Mandiri, per lembar nya 2500. Truss kalau kita pergi ke Belanda dengan menggunakan surat undangan dan jaminan dari sodara/pacar/temen di sana, maka kalo tabungannya kurang dari 50 juta kayaknya gak masalah.
  6. Reservasi Penerbangan. Kita gak perlu beli dulu tiketnya, tapi bisa tanya2 ke agen perjalanan untuk minta print out konfirmasi booking tiket.
  7. Lembar Pejalanan. Kalau yang satu ini tidak disebutkan di situs nya Kedutaan Belanda, tapi saya dapat ini dari teman. Kalau perlu file nya silakan download di sini. Waktu di ruang tunggu kedutaan,peserta yang dibantuin agen perjalanan, pasti menyertakan form ini pada waktu apply (ga ngerti deh beneran perlu apa enggak).
  8. Surat Keterangan Kerja plus Slip gaji selama 3 bulan.
  9. Akta Kelahiran
  10. Kartu Keluarga
  11. KTP
  12. Kalau ada yang pakai surat undangan atau jaminan dari sodara/pacar/temen di Belanda, pastikan ada dokumen2 sebagai berikut: (a) surat undangan yang ditulis dan ditanda tangan oleh si pengundang, (b) surat jaminan yang sudah diisi lengkap dan sudah dilegalisir di Belanda. Formulir nya ada di sini, (c) fotokopi paspor si pengundang, (d) fotokopi rekening koran (3 bulan) si pengundang ATAU bisa juga pakai slip gaji si pengundang (3 bulan) *fyi si pengundang/penjamin gaji nya minimal 1230,32 EUR per bulan*

Note: semua dokumen tersebut di fotokopi dan asli nya dibawa ya.. jaga-jaga kalo ditanyain.

Kalo tu dokumen udah lengkap semua, nah langkah berikutnya adalah buat janji dengan Kedutaan Belanda. Untuk bikin janji, harus daftar di internet (link nya ada di sini). Pihak Kedutaan Belanda hanya membuka appointment untuk 2 minggu ke depan. Dan kalau sedang peak season, jangan kaget kalo appointment nya bakalan penuhhhh teruss.. (saya pun sempet bingung tiap kali buka link ini, ko penuh melulu ya). Dulu sempet baca blog orang, katanya mesti nunggu jam 12 malam, karena pada saat itulah dibuka appointment untuk hari berikutnya. Setelah saya coba begadang sampe jam 2 subuh, ternyata tidak buka2 juga *sigh*. Nah akhirnya coba telepon ke Kedutaan Belanda, nanyain kapan bukanya.. katanya appointment untuk hari berikutnya baru dibuka setelah jam 6 sore (dan ternyata benar😀 hehehe). Akhirnya sukses deh bikin janji. Oh ya jangan lupa itu bukti bikin janji nya di print ya supaya ditunjukin ke satpam kedutaan.

Tahap berikutnya adalah datang ke Kedutaan Belanda untuk memenuhi janji..untuk mengetahui kisahnya, silakan lihat part 2 yaaa..

I am now a CISA..

It’s kinda late actually..

I and my friends took the CISA Exam on Saturday, December 8th 2007.

My preparation was just simple : the CISA Review Manual book (of course) and the CISA Review Questions, Answers and Explanations CD-ROM.

I have once attended a 5 days CISA Review Course..but I found it not so helpful (I guess).

So I finished reading the CISA Review Manual book in about 2-3 months (in every spare time that I had) and I also practiced answering questions from the CISA Review Questions, Answers and Explanations (don’t forget to read the explanation).

And I PASSED the exam!!! My score was 540.

To tell you the truth, I don’t think that the exam will put something that’s literary in CISA Review Manual. On my experience, I guess reading the book was just helping me to have big self confidence :)) And don’t expect to have your Review Questions show up in the real exam😛 (though maybe one or two will). It will just make you used to CISA way of thinking🙂 so that you would know, in “this” kind of case, what is the best answer according to ISACA or in “that” kind of case, what is the best answer..

The location of the exam was in JIS (Jakarta International School). Just try to make sure that you follow all of the regulations especially about the registration time.

The room was sooooo cold.. that’s why you schould prepare you thick jacket with you..I swear that it’d make you feel more comfortable (except if you can stand with very low temperature). And don’t forget to “really” have your breakfast (cos the exam might pass your lunch time :D) what else.. Well those are the things that at least I remember.

Oh yeah..right after the exam, try to find some place to relax hehehe..

After my CISA exam, I went to PIM to have my very late lunch and disccuss the exam with some friends (it’s something that you shouldn’t do..cos it’ll just make you become more stressfull hehehe)

Well das ist alles.. and Good Luck!!

[ The Very First Time ]

Today is Wednesday, the 20th day of June in the year 2007.
I actually just follow my colleague daily morning routine, which is writing his blogs in http://www.wordpress.com.

So it all started with this feeling like I want to write something (kinda weird huh?) and after that I just said: “Ga, lu biasa nulis blog di mana?”

And I think that it’s gonna be good, since this would make me or force me to use my English more often (though it’s actually not :D).

Today I arrived at the office at 06.10 in the morning (thanks to that crazy bus driver😛 Can you imagine, it took only 30 minutes from Depok to Sudirman (or even less!!)).

The first person I met this morning was Pak Achmad.. He was washing glasses in the pantry. So the very first santance of the day is “Pagi, Pak Achmad”. Thanks to Pak Achmad, I won’t have to be a “key person” (orang yang ngambil kunci dari ruang satpam) every time I by chance become the first comer of the day.

The first song I listened to this morning was a song sung by Mr. John Legend, “Ordinary People”. I think it was because of what happened last night. The song goes like this :

Girl im in love with you
This ain’t the honeymoon
Past the infatuation phase
Right in the thick of love
At times we get sick of love
It seems like we argue everyday

I know i misbehaved
And you made your mistakes
And we both got room left to grow
And though love sometimes hurts
I still put you first
And we’ll make this thing work
But I think we should take it slow

We’re just ordinary people
We don’t know which way to go
Cuz we’re ordinary people
Maybe we should take it slow
This time we’ll take it slow
This time we’ll take it slow

This ain’t a movie no
No fairy tale conclusion ya’ll
It gets more confusing everyday
Sometimes it’s heaven sent
We head back to hell again
We kiss and we make up on the way

I hang up you call
We rise and we fall
And we feel just like walking away
But as our love advances
We take second chances
Though it’s not a fantasy
I Still want you to stay

Take it slow
Maybe we’ll live and learn
Maybe we’ll crash and burn
Maybe you’ll stay, maybe you’ll leave,
maybe you’ll return
Maybe you’ll never find
Maybe we won’t survive
But maybe we’ll grow
You never know baby you and I

Hmm what else..
Oh yeah, today’s NAV of Schroder Dana Mantap Plus II is 1072.70, today’s NAV of Schroder Dana Obligasi Ekstra is 1033.40 and today’s NAV of Schroder Dana Istimewa is 2214.53